Cecilia and The Angel

Judul Buku: Cecilia and The Angel
Pengarang: Jostein Gaarder
Penerbit: Mizan
Terbit: Edisi ketiga, cetakan I (2019) 
ISBN: 978-602-441-116-9
Tebal : 216 halaman
Genre: Fiksi  

"Orang bilang, kita akan ke surga setelah mati. Benarkah?"

Malaikat Ariel mendesah, "kalian semua sekarang sudah berada di surga. Sekarang, di sini. Jadi, sebaiknya kalian berhenti bertengkar dan berkelahi. Sangat tidak sopan berkelahi di hadapan Tuhan."

- Cover belakang buku

***

Buku Cecilia and The Angel karya Jostein Gaarder adalah buku yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1993 di Norwegia dengan judul Through a Glass Darkly. Buku ini bercerita tentang seorang gadis muda bernama Cecilia yang dengan ajaibnya bisa berbagi cerita dengan malaikat mengenai bumi dan surga. Seperti buku-buku karya Jostein Gaarder lainnya, buku ini berkaitan erat dengan pertanyaan dan jawaban filosofis.

Sebelumnya aku sudah baca 3 buku karya Jostein Gaarder : Dunia Sophie, Dunia Anna dan The Orange Girl. Buku beliau ini bagiku bisa dibaca berulang kali dan tak akan bosan karena ceritanya yang akan selalu mengingatkan kita dengan hidup. Timeless. Setelah kubaca buku-buku itu hampir selalu penuh dengan stabilo, coretan bulpoin pada dialog yang mindblowing dan perlu diingat atau kadang cukup coretan kecil pada rangkaian kata yang menarik. Melalui buku ini Gaarder membawaku terbang jauh menjelajahi alam raya dengan imajinasi. Memberiku insight segar mengenai surga dan bumi.

Cerita pada novel ini berlatar waktu di bulan Desember saat salju turun pada hari natal hingga musim dingin hampir terlewati di Norwegia. Berbeda dengan natal tahun sebelumnya, natal hari itu Cecilia hanya bisa terbaring sakit ditempat tidur 'melihat' dengan telinga aktivitas keluarganya di lantai dasar. Dia begitu marah dan kesal dengan keadaannya, dia merasa Tuhan sangat tidak adil.

Hingga suatu malam, tiba-tiba malaikat muncul dari balik jendela. Kling!

Then the story begins..


Bisa dibilang, sebenarnya mereka berdua sama-sama iri. Cecilia iri pada Ariel karena dengan mudah bisa menari atau duduk-duduk di komet dan 'hidup' milyaran tahun, melompat kesana-kemari memperhatikan kehidupan manusia di bumi--yang datang dan pergi begitu saja, bagai panggung sandiwara. Sedang Ariel iri pada cecilia karena bisa merasakan nikmatnya makan bakso Pak Budi. Eh, maksudku, Ariel begitu penasaran bagaimana rasanya memiliki badan berupa daging dengan ribuan pembuluh darah yang ditutup dengan kulit sehingga bisa merasakan berbagai macam rasa dan gumpalan daging kecil dikepala yang membuat manusia merasa penasaran akan sesuatu.

 Long story short, mereka pun membuat perjanjian bertukar rahasia mengenai surga dan bumi. Cecilia akan menceritakan bagaimana rasanya jadi manusia, dan Ariel akan menceritakan mengenai dunia ruh dan surga. Mereka berdua saling melempar pertanyaan dan jawaban satu sama lain.

Apa malaikat berpikir layaknya manusia?
Apakah manusia memiliki jiwa abadi?
Dimana surga berada?

Setidaknya buku ini memberikan sedikit gambaran mengenai pertanyaan-pertanyaan itu.

Komentar

Postingan Populer